Tampilkan postingan dengan label dolar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dolar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Rupiah di posisi Rp11.395 per dolar AS

Ilustrasi. Dua petugas menata uang di cash center BNI, Jakarta. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi bergerak minim fluktuasi berada di posisi Rp11.395 per dolar AS di tengah sentimen di pasar keuangan yang bervariasi.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Jumat, mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah cenderung menguat meski dibayangi data-data ekonomi AS yang sebagian besar menunjukkan pertumbuhan.

"Di sisi lain, laju nilai tukar euro yang kembali mengalami penguatan setelah kenaikan indeks harga perumahan Inggris, pertumbuhan factory orders Jerman, dan peningkatan beberapa data lainya di sejumlah wilayah area Eropa diharapkan berimbas positif bagi rupiah," kata dia.

Analis pasar uang Bank Mandiri Renny Eka Putri menambahkan secara umum sentimen di pasar uang masih negatif, namun ada potensi kenaikan bagi nilai tukar domestik setelah cadangan devisa Indonesia mengalami kenaikan.

Tercatat dalam data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2013 mencapai 96,99 miliar dolar AS, meningkat 1,3 miliar dolar AS dari posisi akhir September 2013 sebesar 95,7 miliar dolar AS.

Renny memperkirakan, pergerakan nilai tukar rupiah pada Jumat ini bergerak di kisaran Rp11.240-Rp11.500 per dolar AS.

Sementara itu, pada pukul 09.45 WIB nilai tukar rupiah beranjak naik sebesar 10 poin menjadi Rp11.385 per dolar AS.



View the original article here



Peliculas Online

Dolar Amerika Serikat menguat pasca ECB pangkas suku bunga

Ilustrasi mata uang dolar Amerika Serikat, saat diperdagangkan di Jakarta, beberapa pekan lalu. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

... prospek ECB lebih dovish dan divergen bermakna euro akan menyusut selama pekan-pekan datang... "
Washington (ANTARA News) - Kurs dolar Amerika Serikat melonjak Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga utamanya ke rekor terendah yang diperlukan untuk melawan tekanan deflasi.

ECB memangkas suku bunga acuannya sebesar seperempat poin menjadi 0,25 persen, dengan Presiden ECB Mario Draghi memperingatkan bahwa 17 negara yang berbagi euro "mungkin mengalami inflasi rendah yang berkepanjangan".

Pada pukul 22.00 GMT (Jumat pukul 05.00 WIB) euro berada di 1,3414 dolar, dibandingkan dengan 1,3517 dolar pada akhir Rabu.

Euro melemah segera setelah pengumuman tingkat suku bunga, jatuh menjadi 1,3295 dolar, sebelum mundur kembali karena pasar melihat beberapa kelemahan dalam estimasi pertumbuhan PDB AS kuartal ketiga 2,8 persen yang segera diikuti.

Angka itu menutupi perlambatan pertumbuhan belanja konsumen yang bisa menjadi pembawa kabar kuartal keempat lemah.  Saham Wall Street merosot dan imbal hasil obligasi AS jatuh di tengah pandangan yang beragam tentang apakah data pertumbuhan yang digembar-gemborkan untuk program stimulus Federal Reserve.

"Karena hari-hari uang longgar Fed terlihat jumlahnya kian meningkat, prospek ECB lebih dovish dan divergen bermakna euro akan menyusut selama pekan-pekan datang," kata Joe Manimbo di Western Union.

Yen menguat di tengah sinyal data bervariasi, dengan dolar jatuh menjadi 98,02 yen dari 98,69 yen, dan euro menjadi 131,50 yen dari 133,40 yen.

Pound Inggris hampir tidak berubah terhadap dolar setelah bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), mempertahankan kebijakannya tidak berubah pada Kamis: pound diperdagangkan di 1,6075 dolar, turun dari 1,6080 dolar.

Dolar naik menjadi 0,9159 franc Swiss dari 0,9119 franc. 



View the original article here



Peliculas Online

Jumat, 08 November 2013

Emas berjangka turun karena dolar AS melonjak

ILUSTRASI-Batangan emas lantak dari Bursa Logam Mulia Amerika (APMEX) di New York. (FOTO ANTARA/REUTERS/Mike Segar)

Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena dolar AS melonjak setelah Bank Sentral Eropa (ECB) secara tak terduga menurunkan suku bunganya.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 9,3 dolar AS atau 0,71 persen, menjadi ditutup pada 1.308,5 dolar AS per ounce.

Kontrak memberikan kembali hampir semua keuntungan 9,7 dolar AS per ounce yang diraih pada Rabu (6/11), ketika harga berjangka "rebound" dari tingkat terendah tiga minggu karena melemahnya dolar AS.

Logam mulia, seperti emas, seperti semua pasar lainnya, menjadi hidup ketika ECB mengejutkan semua orang dengan penurunan suku bunga 25 basis poin, analis pasar mengatakan.

Pada Kamis, ECB memangkas suku bunga acuan utamanya sebesar seperempat persentase poin menjadi 0,25 persen. Menyusul keputusan itu, euro merosot sekitar 0,6 persen terhadap dolar AS. Dolar AS yang lebih kuat cenderung membebani harga komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas .

Selain itu, angka produk domestik bruto AS kuartal ketiga yang secara mengejutkan baik, juga menekan emas.

Ekonomi Amerika Serikat tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,8 persen pada kuartal ketiga, laju tercepat dalam setahun, Departemen Perdagangan mengatakan pada Kamis.

Kenaikan dalam pertumbuhan AS akan memberikan pembuat kebijakan Federal Reserve lebih banyak fleksibilitas untuk mengurangi kebijakan pelonggaran kuantitatifnya.

Sementara perak untuk pengiriman Desember turun 11,1 sen, atau 0,51 persen, menjadi ditutup pada 21,657 dolar AS per ounce. (A026)



View the original article here



Peliculas Online

Rabu, 06 November 2013

BI: cadangan devisa 97 miliar dolar AS

Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia menyatakan jumlah cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2013 mencapai 97,0 miliar dolar AS, meningkat 1,3 miliar dolar dari posisi akhir September 2013 sebesar 95,7 miliar dolar AS.

Berdasarkan keterangan di laman BI, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan 5,5 bulan impor atau setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Bank Indonesia memandang jumlah tersebut cukup aman untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan berada di atas standar kecukupan internasional.

Peningkatan jumlah cadangan devisa pada Oktober 2013 didorong oleh penerimaan dari ekspor migas bagian pemerintah.

Seiring dengan kenaikan cadangan devisa tersebut, respon positif pelaku pasar terhadap kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah telah mendorong aliran masuk modal asing ke instrumen SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan SBN (Surat Berharga Negara) yang pada gilirannya berkontribusi pada meredanya tekanan nilai tukar rupiah di Oktober 2013.(*)



View the original article here



Peliculas Online