Tampilkan postingan dengan label AMERIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AMERIKA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Dolar Amerika Serikat menguat pasca ECB pangkas suku bunga

Ilustrasi mata uang dolar Amerika Serikat, saat diperdagangkan di Jakarta, beberapa pekan lalu. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

... prospek ECB lebih dovish dan divergen bermakna euro akan menyusut selama pekan-pekan datang... "
Washington (ANTARA News) - Kurs dolar Amerika Serikat melonjak Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga utamanya ke rekor terendah yang diperlukan untuk melawan tekanan deflasi.

ECB memangkas suku bunga acuannya sebesar seperempat poin menjadi 0,25 persen, dengan Presiden ECB Mario Draghi memperingatkan bahwa 17 negara yang berbagi euro "mungkin mengalami inflasi rendah yang berkepanjangan".

Pada pukul 22.00 GMT (Jumat pukul 05.00 WIB) euro berada di 1,3414 dolar, dibandingkan dengan 1,3517 dolar pada akhir Rabu.

Euro melemah segera setelah pengumuman tingkat suku bunga, jatuh menjadi 1,3295 dolar, sebelum mundur kembali karena pasar melihat beberapa kelemahan dalam estimasi pertumbuhan PDB AS kuartal ketiga 2,8 persen yang segera diikuti.

Angka itu menutupi perlambatan pertumbuhan belanja konsumen yang bisa menjadi pembawa kabar kuartal keempat lemah.  Saham Wall Street merosot dan imbal hasil obligasi AS jatuh di tengah pandangan yang beragam tentang apakah data pertumbuhan yang digembar-gemborkan untuk program stimulus Federal Reserve.

"Karena hari-hari uang longgar Fed terlihat jumlahnya kian meningkat, prospek ECB lebih dovish dan divergen bermakna euro akan menyusut selama pekan-pekan datang," kata Joe Manimbo di Western Union.

Yen menguat di tengah sinyal data bervariasi, dengan dolar jatuh menjadi 98,02 yen dari 98,69 yen, dan euro menjadi 131,50 yen dari 133,40 yen.

Pound Inggris hampir tidak berubah terhadap dolar setelah bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), mempertahankan kebijakannya tidak berubah pada Kamis: pound diperdagangkan di 1,6075 dolar, turun dari 1,6080 dolar.

Dolar naik menjadi 0,9159 franc Swiss dari 0,9119 franc. 



View the original article here



Peliculas Online

Selasa, 05 November 2013

Amerika Serikat terikat komitmen dengan Iran soal nuklir

Peta fasilitas nuklir Iran. Iran menjadi salah satu negara maghribi yang telah menguasai teknologi nuklir. (iranreview.org)

... asa tak percaya antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sudah mendalam... "
Washington (ANTARA News) - Washington, Senin (4/11), mengakui ada rasa tak percaya yang mendalam dengan Iran, tapi kembali menegaskan komitmennya bagi perundingan program nuklir kontroversial Teheran, saat pembicaraan baru ditetapkan dimulai akhir pekan ini.

"Sejarah rasa tak percaya antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sudah mendalam, dan itu takkan bisa dihilangkan hanya dalam satu malam," kata Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, dalam taklimat rutin.

"Tapi apa yang kami lakaukan sekarang bukan mengenai kepercayaan," katanya.  "Kami terlibat perundingan mendasar yang sungguh-sungguh, yang menawarkan kemungkinan, kami dapat menghentikan kemajuan program nuklir Iran, memperoleh lebih banyak transparansi mengenai kegiatan nuklir mereka, dan merundingkan penyelesaian menyeluruh, jangka panjang, yang menghilangkan keprihatinan masyarakat internasional mengenai program nuklir Iran," kata dia.

Iran mengadakan pembicaraan babak baru dengan Amerika Serikat, China, Rusia, Prancis dan Inggris ditambah Jerman --yang disebut P5+1-- di Jenewa, 15-16 Oktober, dan sepakat bertemu lagi di sana pada 7-8 November.

Teheran berkeras mengenai sifat damai program nuklirnya, sedangkan Barat menuduh Republik Islam tersebut berusaha membuat bom nuklir.

Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Minggu (3/11), mengatakan ia "tidak optimistis" tentang pembicaraan nuklir dengan negara besar, dan Amerika Serikat tak bisa dipercaya sebab negara itu adalah musuh Republik Islam Iran.

Masih pada Senin, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Marie Harf, mengatakan, "Saya kira kami telah menjelaskan ini sulit dan ada sejarah mendalam mengenai rasa tidak percaya di sini. Saya kira anda melihat itu hari ini dengan beberapa protes yang kita saksikan di Iran."

Rakyat Iran berpawai di seluruh negeri tersebut memperingati tahun ke-34 pendudukan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran. Mahasiswa Iran menyerbu Kedutaan Besar Amerika Serikat pada 4 November 1979 dan menyandera personelnya selama 444 hari, yang mengakibatkan putusnya hubungan diplomatik pada 1980 dan beberapa dasawarsa hubungan yang tegang.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com



View the original article here



Peliculas Online