Tampilkan postingan dengan label Pengunjung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengunjung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 November 2013

Kopi Indonesia digemari pengunjung WTM London

Berbagai varian kopi asli Indonesia. (Antara News/ Ida Nurcahyani)

London (ANTARA News) - Kopi Indonesia yang berasal dari berbagai daerah sangat digemari para pengunjung Paviliun Indonesia di pameran pariwisata WTM London yang berlangsung di Gedung Excel London mulai 4 sampai 7 November.

"Kami menyediakan berbagai macam kopi," ujar Deryl Juniar seorang barista dari Santino Coffee yang bertugas menyediakan kopi kepada pengunjung paviliun Indonesia di pameran pariwisata WTM London kepada ANTARA London, Rabu.

Aroma kopi yang semerbak mengundang pengunjung paviliun Indonesia yang tampil dengan ikon berupa kapal Phinisi merefleksikan penghargaan bangsa Indonesia terhadap budaya bangsa, untuk mencicipi kopi asli dari Indonesia.

Deryl mengatakan banyak pengunjung yang bertanya tentang asal kopi, dan umumnya pengunjung yang rela antri untuk mencicipi kopi Gayo yang berasal dari Aceh.

Menurut Deryl, adapun kopi yang dipromosikan di antaranya adalah kopi Aceh Gayo, kopi Papua Wamena, kopi Bali Kintamani dan kopi Toraja Mamasa.

Antusias pengunjung "Coffee Corner" di anjungan Indonesia sangat banyak dan beberapa pengunjung menikmati kopi asli Indonesia yang dibawa langsung dari daerahnya. Kopi yang khusus didatangkan dari daerah masih berupa kopi mentah dan baru diolah di Jakarta untuk bisa disajikan langsung kepada pengunjung.

Salah seorang pengemar kopi asal London mengatakan bahwa ia sangat suka akan rasa dan aroma kopi yang disajikan. "Aromanya sangat harum dan rasanya asli kopi," ujar salah seorang pengunjung.

Coffee Corner Indonesia di paviliun Indonesia setiap hari menyediakan sebanyak 500 cangkir. "Saya membawa 20 kilo coffee bean dari empat jenis daerah yang berbeda," ujar Deryl sambil memperlihatkan kopi yang dibawanya.

Pria remaja lulusan fakultas ekonomi di salah satu universitas swasta di Jakarta ini, juga mengatakan sangat bangga akan kekayaan alam Indonesia salah satunya adalah kopi. Apalagi Indonesia dikenal sebagai salah satu pengekspor kopi nomor empat terbesar di dunia.

Kehadiran di WTM London tidak disia-siakanya untuk mempromosikan kopi Indonesia kepada pengunjung WTM London dan hasilnya sangat memuaskan karena banyak pengunjung yang tertarik ingin mencoba kopi Indonesia.

Pengalaman pertama mengunjungi kota London sangatlah berkesan bagi pria 25 tahun ini karena dia mengetahui betapa sangat antusias orang-orang mengunjungi WTM London 2013 untuk mencoba kopi Indonesia.

"Saya bangga ikut dalam tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempromosikan kopi Indonesia," ujarya selain memberikan kopi kepada pengunjung, Deryl juga memperkenalkan cara minum khas dari Indonesia yaitu kopi tubruk (kopi yg dituangkan ke alas cangkir lalu diminum).

Dalam pameran WTM kali ini, Coffee Corner Indonesia tidak hanya menyediakan kopi tubruk tetapi juga berbagai macam jenis kopi seperti Americano, Espresso, Cappuchino dan Cafe Latte.

Deryl berharap kopi Indonesia bisa lebih dikenal didunia dan sebagai orang Indonesia bangga karena mempunyai kopi yang sangat enak dibandingkan dengan kopi dari negara lainnya.



View the original article here



Peliculas Online

Selasa, 05 November 2013

Pengunjung Taman Mini melonjak di libur Tahun Baru 1 Muharram

Jakarta (ANTARA News) - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dipadati pengunjung pada liburan Tahun Baru Islam yang jatuh pada hari ini.

Menurut pantauan ANTARA News, banyak pengunjung yang datang bersama keluarga dengan menggunakan mobil. Mobil memadati area parkir hingga pinggir jalan area TMII sehingga terjadi kemacetan, terutama di jalan sekitar Plaza Arsipel Indonesia.

Suryandoro, Manajer Informasi TMII, memperkirakan lonjakan pengunjung hari ini mencapai 40.000 orang hingga sore nanti.

"Lonjakan terasa dari pagi. Hari ini pun sudah padat," kata Suryandoro saat ditemui di Sasono Langen Budoyo, siang ini.

Dibandingkan dengan akhir pekan biasa, ia menaksir ada lonjakan sekitar 5 hingga 7 persen pada liburan kali ini. Menurutnya, pengunjung hari ini didominasi oleh wisatawan dalam kota.

Tidak ada harga khusus yang diberlakukan oleh pengelola TMII pada liburan kali ini. Pengunjung dikenakan biaya masuk Rp 9.000, mobil Rp 10.000, motor Rp 6.000, dan bus Rp 15.000.

Perayaan Tahun Baru Islam di TMII dimulai sejak Senin (4/10) lalu dengan mengadakan Kirab Agung Suro dan Selamatan Agung Suro di Plaza Tugu Api Pancasila dan Sasono Utomo.

Hari ini, di anjungan Yogyakarta, TMII menyelenggarakan Ruwatan Bersama Gaya Yogyakarta. 



View the original article here



Peliculas Online

Pengunjung kecewa tidak bisa naik ke puncak Monas

Jakarta (ANTARA News) - Para pengunjung tempat wisata tugu Monumen Nasional (Monas) kecewa karena tidak bisa naik ke puncak.

"Sementara pengunjung tidak bisa naik ke puncak, dari 21 Oktober sampai 15 Desember 2013 karena ada penggantian lift," kata salah satu petugas yang berjaga di Monas Aceng Ahmad di Jakarta, Selasa.

Meski demikian, Aceng mengatakan pengunjung yang datang ke Monas tidak surut.

"Volume pengunjung sih biasa saja, paling ada yang ngeluh-ngeluh dikit kenapa tidak bisa naik ke atas," kata Aceng.

Salah seorang pengunjung, Letkol Simatupang, dari Kementrian Pertahanan yang  membawa rombongan tentara dari India mengatakan banyak tamunya yang ingin naik ke puncak.

"Mereka penasaran ingin melihat ke atas, tapi sayang momennya tidak tepat, mungkin lain kali bisa," kata Letkol Simatupang.

Senada dengan sang pemandu, Kapten Marinir Mohand Raju dari militer India kecewa tidak bisa naik ke puncak.

"Padahal saya hanya sebentar di Jakarta, saya ingin melihat Jakarta secara keseluruhan, tapi mau bagaimana lagi lift-nya sedang diperbaiki, tapi saya kagum dengan monumen ini karena para Bapak Negara Indonesia sangat menghargai kemerdekaan, dan di dalam petugasnya sangat informatif," kata Mohand.

Lift Monas  untuk ketinggian 123 meter itu punya kapasitas 11 orang tersebut mempunyai waktu tempuh kira-kira tiga menit untuk mencapai ke puncak.

Sementara di saat libur, antrean para pengunjung sering mengular.

Dengan tiket masuk Rp2.500 untuk dewasa dan Rp1.000 untuk anak-anak, saat ini, pengunjung hanya bisa menikmati Monas di area Museum, Ruang Kemerdekaan dan Pelataran Cawan.



View the original article here



Peliculas Online