Tampilkan postingan dengan label terbakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terbakar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Kakak terbakar setelah selamatkan adiknya

Jambi (ANTARA News) - Seorang kakak tubuhnya terbakar setelah menyelamatkan adiknya dari kobaran api kompor minyak tanah saat bermain masak-masakan dibawah rumahnya tanpa pengawasan orang tuanya.

Korban Nurul Huda (8), warga Desa Muara Kumpe, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, sekujur tubuhnya terbakar dan kini dirawat di RSU Raden Mattaher Jambi, Jumat.

Dari hasil pemeriksaan medis, Nurul mengalami luka bakar hingga 70 persen, namun nyawanya bisa diselamatkan keluarga yang langsung membawa Nurul ke rumah sakit Raden Mateher untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kejadian itu terjadi pada Rabu (7/11), sekitar pukul 15:30 WIB.

Korban Nurul Huda memang sedang asyik bermain masak-masakan di bawah rumahnya bersama sang adik dan tiba-tiba kompor minyak tanah yang mereka mainkan tersebut meledak.

Mereka bermain tanpa sepengawasan kedua orang tuanya.

Ayah korban, Sayuti (33), tak menyangka anaknya bisa bernasib sial seperti ini.

Kini Nurul mendapat perawatan medis untuk mengobati luka bakar tersebut dirawat di Rumah Sakit Raden Mataher Jambi.



View the original article here



Peliculas Online

Rabu, 06 November 2013

Mumi Raja Tutankhamun pernah terbakar

Jakarta (ANTARA News) - Peneliti dari Inggris mengungkap kematian salah satu firaun Mesir, Raja Tutankhamun, yang meninggal 3.300 tahun yang lalu.

Mumi Raja Tut yang dikubur tahun 1323 Sebelum Masehi pernah terbakar di dalam makamnya.

Makam sang raja pertama kali ditemukan tahun 1922 oleh Lord Carnavorn dan Howard Carter.

Arkeolog Chris Naunton, Direktur Egypt Exploration Society, menelusuri laporan Carter yang menyatakan kemungkinan mumi tersebut pernah terbakar.

Naunton bekerja sama dengan pakar Mesir Robert Connoly dari Liverpool University yang memiliki sampel tulang dan daging Raja Tut.

Tim peneliti memeriksa fosil firaun itu dengan mikroskop elektron dan menemukan memang daging Raja Tut terbakar setelah ia dibaringkan di makamnya yang tertutup.

Mereka menduga, minyak yang digunakan saat proses pembalsaman merendam linen yang membungkus Raja Tut.

Kehadiran oksigen membuat minyak menimbulkan reaksi yang memicu api dan membakar badan sang raja dalam suhu di atas 200 derajat Celsius.

Sebelumnya, berdasarkan bukti yang ada, Raja Tut dikubur secara tergesa-gesa, noda di dinding makam disebabkan oleh aktivitas mikroba. Peneliti menduga cat di dinding makam bahkan belum mengering ketika makam ditutup.

"Mumifikasi yang gagal menyebabkan pembakaran tubuh secara spontan setelah penguburan, itu sama sekali tak terduga," kata Naunton, seperti yang dikutip dari Live Science.

Menurut ahli biologi Brian Ford, aseton yang diproduksi oleh tubuh, dihadapkan pada listrik statis atau sumber api lainnya, dapat menyebabkan tubuh terbakar.

Selain itu, dengan menganalisis luka pada korban kecelakaan mobil, ilmuwan forensik menemukan peristiwa yang menyebabkan kematian raja yang diyakini baru berusia 17 saat meninggal.

Menurut para peneliti, raja muda itu berlutut ketika kecelakaan kereta kuda menghancurkan tulang rusuk dan panggulnya. Kecelakaan itu juga merusak organ dalam, termasuk hatinya.



View the original article here



Peliculas Online