Tampilkan postingan dengan label pemberontak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemberontak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

Bangladesh hukum mati 150 tentara pemberontak

Dhaka (ANTARA News) - Pengadilan Bangladesh pada Selasa menghukum mati setidaknya 150 tentara yang dituduh melakukan pemberontakan massal tahun 2009 yang menewaskan sejumlah perwira penting, kata seorang jaksa.

Seorang hakim menghukum mati tentara-tentara yang melakukan pemberontakan di mana 74 orang perwira dibunuh, disiksa atau dibakar hidup-hidup sebelum mayat-mayat mereka dibuang ke selokan dan ke kuburan-kuburan kecil.

"Setidaknya 150 tentara Bangladesh (BDR) telah dihukum mati atas pembunuhan terhadap para perwira militer," kata jaksa ketua Baharul Islam kepada AFP di luar sidang pengadilan itu di Dhaka.

Setidaknya 350 tentara lain dari 823 personil militer yang dituduh terlibat pemberontakan itu dihukum penjara atas peran mereka dalam pemberontakan 30 jam yang dimulai di markas besar Tentara Bangladesh (BDR) di Dhaka, demikian AFP.

(SYS/H-RN/F001)
Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com



View the original article here



Peliculas Online

Pemberontak Mali Utara bersatu

... rekonsiliasi di antara pemberontak menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita... "
Ouagadougou, Mali (ANTARA News) - Tiga kelompok pemberontak utama di Mali Utara, Senin, telah sepakat bersatu, menciptakan front dalam proses perdamaian yang sedang berlangsung dengan pemerintah.

Pemberontakan Tuareg di Mali Utara tahun lalu menjerumuskan negara ke dalam kekacauan, yang mengarah kepada kudeta di ibukota Bamako dan pendudukan wilayah oleh gerilyawan.

Sejak invasi yang dipimpin Prancis pada Januari untuk mengusir gerilyawan, kelompok pemberontak telah tersebar dan rekonsiliasi di antara pemberontak menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita.

Ketiga kelompok tersebut adalah Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad (MNLA), Dewan Tinggi untuk Kesatuan Azawad (HCUA) dan Gerakan Arab Azawad (MAA). "Penggabungan akan berlaku dalam 45 hari," kata mereka.

Sebagai bagian dari kesepakatan damai yang ditandatangani dengan pemerintah di Burkina Faso pada Juni, tiga kelompok tersebut mengatakan mereka akan melucuti diri.

Namun, wilayah ini tetap tak stabil dan dua pekan terakhir wartawan radio Prancis dibunuh oleh gerilyawan tak dikenal.

Sekretaris jenderal MNLA, Bilal Ag Acherif, mengatakan kelompoknya akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menemukan pelaku.

"Kami akan berinvestigasi sepenuhnya dalam mencari kebenaran agar misteri ini diselesaikan," katanya.

Wilayah gurun telah menghasilkan empat pemberontakan sejak kemerdekaan dari Prancis pada 1960. Orang-orang Tuareg berkulit terang mengatakan bahwa pemerintah Afrika hitam berturut-turut di ibu kota telah mengabaikan mereka dari kekuasaan.



View the original article here



Peliculas Online