Tampilkan postingan dengan label ditemukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ditemukan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Dinosaurus ditemukan di Utah masih kerabat T. rex

ilustrasi Fosil ekor dinosaurus yang ditemukan di Meksiko bagian utara. Penggalian fosil itu mulai dilakukan pada awal Juli 2013. (Instituto Nacional de Antropología e Historia-Mexico)

Utah (ANTARA News) - Ilmuwan di Utah mengatakan menemukan "paman buyut" Tyrannosaurus rex, pemangsa dengan tengkorak tebal dan bergigi besar, yang dijuluki "raja pemburu".

Tulang belulang dinosaurus sepanjang 7,3 meter itu, sedikit lebih kecil daripada T.rex dan sekitar 10 juta tahun lebih tua, diungkapkan ke publik di Natural History Museum, Utah, di Salt Lake City pada Rabu dan pengumuman penemuan spesies itu disiarkan dalam jurnal ilmiah Plos One.

Para ilmuwan berharap penemuan itu akan membantu pemahaman mengenai ekosistem predator tersebut.

Ditemukan oleh pekerja Biro Federal Manajemen Pertanahan di timur Utah pada 2009, ilmuwan menamakan binatang tersebut sebagai Lythronax argetes, atau "raja pemburu" karena giginya yang besar dan penampilan dominan sebagai pemangsa.

"Penemuan Lythronax menarik mundur evolusi kelompok yang menurunkan T.rex, sesuatu yang tidak kita pahami sebelumnya," kata Mark Loewen, pakar geologi pada Universitas Utah yang memimpin penggalian dinosaurus baru ini.

"Lythronax seperti paman buyut T.rex," katanya.

Pakar paleontologi sebelumnya memperkirakan bahwa anggota keluarga dengan karakteristik seperti T.rex -badan besar, lengan kecil, tengkorak tebal, dan mata lurus ke depan- berumur 70 juta tahun, namun Lythronax memperlihatkan tanda bahwa ia setidaknya berumur 80 juta tahun.

Seperti kerabatnya, Lythronax diyakini merupakan pemangsa utama pada masanya, tersebar dari Meksiko hingga Alaska, termasuk sebagian Utah, pada fasa Campanian periode Cretaceous akhir.

"Hal yang menarik adalah penemuan ini menunjukkan bahwa tyrannosaurus terakhir yang diketahui berada di wilayah selatan Amerika Utara bukannya Asia atau Amerika Utara jauh seperti diduga sebelumnya," kata Andrew Farke, kurator museum paleontologi Raymond M Alf di Claremont, California.

Foto sisa fosil dari spesies baru ditemukan itu dikirim ke Loewen dan timnya segerea setelah ditemukan di selatan monumen nasional Grand Staircase Escalante di perbatasan Utah-Colorado.

Tim tersebut membutuhkan waktu dua tahun untuk mengumpulkan, mengawetkan, dan menyusun kembali tulang belulang itu. Kemudian mereka menuju lokasi dimana tulang spesies keluarga T rex ini dipelajari, termasuk di China, Birmingham, Alabama, Washington DC, dan New York.

"Penemuan semacam ini sangat menarik dan menggembirakan karena ini bukan saja binatang dari era tersebut namun juga predator besar di masa itu," kata pakar paleontologi Peter Roopnarine yang mempelajari ekologi periode dinosaurus untuk Akademi Sains California.

Roopnarine mengatakan dengan mempelajari Lythronax akan terungkap lebih banyak lagi mengenai ekosistem pada masa hidupnya.

"Ini akan mengubah pemahaman kami mengenai sistem ekosistem tua ini," kata Roopnarine diktip dari Reuters.
(S022/B002)



View the original article here



Peliculas Online

Selasa, 05 November 2013

Dokumen diktator Argentina ditemukan

... bisa memberi petunjuk mengenai nasib 30.000 pegiat oposisi yang hilang selama pemerintahan diktator dan diyakini telah dibunuh... "
Buenos Aires (ANTARA News) - Sejumlah dokumen penting bertarikh awal pemerintahan diktator terakhir Argentina, memuat nama-nama pegiat yang hilang serta warga yang dimasukkan daftar hitam rejim berkuasa, ditemukan di satu markas militer negara itu. "Mereka menemukan 280 dokumen asli berkaitan junta militer," kata Menteri Pertahanan Argentina, Agustin Rossi, dalam jumpa pers, di Buenos Aires. Dokumen-dokumen itu ditemukan tersimpan di ruang bawah tanah markas Angkatan Udara di Buenos Aires.
Tempat penyimpanan itu, dalam dua kotak dan dua lemari, ditemukan saat dilakukan pembersihan ruang bawah bangunan.

"Dokumen-dokumen itu, penemuan terbesar dokumen rahasia dari Perang Kotor Argentina sekitar tiga dasawarsa lalu, mengandung nilai sejarah sangat besar," kata Rossi, yang menyebutkan dokumen tersebut juga memasukkan komunikasi antara berbagai institusi pada saat itu.

Namun organisasi hak asasi manusia --yang selama bertahun-tahun menuntut militer membuka dokumen kepemimpinan diktator Argentina-- tampaknya juga punya kepentingan.

Dokumen-dokumen itu tak terhingga nilainya mengingat mereka terus berupaya menyeret orang-orang yang terlibat dalam perang itu ke pengadilan.

Beberapa dokumen diperkirakan bisa memberi petunjuk mengenai nasib 30.000 pegiat oposisi yang hilang selama pemerintahan diktator dan diyakini telah dibunuh.

Rossi mengatakan dokumen-dokumen itu menunjukkan junta militer berencana tetap berkuasa hingga 2000.

Disebutkan dokumen-dokumen itu juga memasukkan komunikasi dengan Hebe Bonafini, ketua organisasi HAM Mothers of the Plaza de Mayo, mengenai dua anaknya yang hilang saat pemerintahan diktator dan tidak pernah ada kabar terdengar dari dua anaknya itu.

Temuan itu meliputi sejumlah besar dokumen serta foto-foto bertanggal mulai dari awal kudeta pada 24 Maret 1976 hingga berakhirnya pemerintahan pada 1983.

Dalam dokumen tersebut juga terdapat daftar hitam 153 artis dan cendekiawan Argentina, di antaranya penulis ternama Julio Cortazar yang meninggal pada 1984 serta penyanyi legendaris, Mercedes Sosa, yang meninggal pada 2009.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com



View the original article here



Peliculas Online