Tampilkan postingan dengan label diminta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diminta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

Ikuti Miss Universe, Whulandary diminta jaga nama baik Indonesia

Puteri Indonesia 2013 Whulandary Herman. (ANTARA/Teresia May)

Bandung (ANTARA News) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar berpesan kepada Puteri Indonesia 2013 Whulandary Herman yang sedang mengikuti ajang Miss Universe 2013 di Moskow, Rusia, untuk menjaga nama baik Indonesia.

"Dia diharapkan bisa menjaga nama baik Indonesia, norma-norma dan budaya Indonesia," kata Linda Gumelar di Kota Bandung, Senin.

Ia mengatakan jika Puteri Indonesia 2013 telah menjaga nama baik bangsa, norma dan budaya di kontes ratu sejagad tersebut, maka keikutsertaannya dalam acara tersebut tidak perlu dipermasalahkan.

"Kalau itu semua sudah dilakukan saya kira tidak perlu dipermasalahkan ya. Saya kira pemerintah sudah mewakili sikapnya, kalau saya bicara tentu sudah mewakili pemerintah ya," kata dia.

Ajang Miss Universe 2013 yang digelar di Moskow akan berlangsung hingga 9 November 2013. Indonesia mengirimkan wakilnya, Puteri Indonesia 2013 Whulandary Herman dalam pemilihan tersebut.

Sebelum melangkah menuju panggung final, para peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan di Moskow antara lain di Gorky Park, Vegas Mall dan sejumlah kegiatan lain menuju final di Crocus Hall.



View the original article here



Peliculas Online

Kepala BPN diminta angkat pejabat yang jujur

BPN (bpn.go.id)

Kami mendukung penuh langkah Kepala BPN untuk memilih tim yang bersih, kridibel, anti korupsi, kolusi, dan nepotisme,"
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendarman Supandji diminta mengangkat pejabat di instansinya dari figur yang dikenal jujur dan bersih serta berkinerja baik.

Permintaan disampaikan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FFD), Saipul Anwar saat dihubungi pers di Jakarta, Selasa, terkait rencana pengangkatan sejumlah pejabat eselon I di BPN.

Saipul mengatakan, rencana pengangkatan pejabat untuk Sekretaris Utama bersama Deputi V BPN tersebut merupakan "tulang punggung" untuk membenahi permasalahan di BPN.

Dia mengibaratkan persoalan BPN seperti benang kusut yang harus diurai satu persatu. Saat ini, katanya, Kepala BPN tengah membenahi benang kusut tersebut.

"Namun, jika salah memilih orang, bukan tidak mungkin benang kusut tersebut tidak terurai, justru malah semakin kusut," katanya.

Menurut Saipul, penempatan orang luar dalam struktur tertinggi BPN-pun bukan pilihan bijak, karen mereka perlu kembali belajar memahami kondisi internal dan eksternal di BPN.

Dengan demikian, waktu untuk melakukan reformasi terhambat. "Kalau yang dipilih mereka yang pernah menjabat di lingkungan BPN tingkat provinsi, tidak perlu lagi beradaptasi. Mereka bisa langsung mengikuti langkah Kepala BPN," katanya.

"Kami mendukung penuh langkah Kepala BPN untuk memilih tim yang bersih, kridibel, anti korupsi, kolusi, dan nepotisme," kata Saipul.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Muqowam, mengingatkan, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BPN di bawah komando Hendarman Supandji adalah melakukan reformasi agraria, baik dalam persoalan regulasi ataupun dalam pelaksanaan reformasi agraria itu sendiri.

"Pekerjaan itu akan berhasil jika pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan berjalan dengan baik. Artinya, penjaringan pejabat harus berdasarkan pada kemampuan, kontribusi, dan prestasi," katanya.

Muqowam menyatakan keyakinannya Kepala BPN memahami dengan baik kesulitan dan hambatan dalam melakukan reformasi agraria, sehingga tidak akan mengusulkan nama orang yang salah kepada Tim Penilaian Akhir (TPA) yang dipimpin Wakil Presiden Boediono.

"Saya menyarankan agar yang dipilih mengisi posisi pejabat eselon 1 harus dari orang dalam, memiliki kontribusi jelas dan memiliki prestasi serta anti korupsi," ujarnya.(*)



View the original article here



Peliculas Online