Tampilkan postingan dengan label Harga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 November 2013

Harga minyak dunia turun karena Iran buka pembicaraan

New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Brent mencapai posisi terendah empat bulan, karena pembicaraan dengan Iran bisa mendorong pencabutan sanksi dan data pertumbuhan ekonomi AS menunjukkan beberapa kelemahan konsumen.

Kontrak utama minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember di New York Mercantile Exchange, turun 60 sen menjadi ditutup pada 94,20 dolar AS per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember turun menjadi 103,46 dolar AS per barel, tingkat terendah sejak 2 Juli, merosot 1,78 dolar AS dari Rabu (6/11).

Para perunding dari Iran dan enam kekuatan dunia bertemu pada Kamis untuk mediasi kesepakatan yang bisa mendorong Teheran menghentikan program nuklirnya yang disengketakan dalam pertukaran untuk beberapa pencabutan sanksi -- termasuk memungkinkan untuk menjual lebih banyak minyak di pasar terbuka.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan delegasi AS bertemu dengan Iran selama sekitar satu jam dan memiliki "percakapan yang substantif dan serius" .

Juga mempengaruhi pasar adalah penurunan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB), menjadi 0,25 persen untuk melawan tekanan deflasi, dan

estimasi pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga yang, sementara kuat sebesar 2,8 persen, menutupi kelemahan dalam belanja konsumen.

Pemangkasan suku bunga ECB mengirim dolar naik terhadap euro, yang dapat menekan permintaan minyak yang dihargakan dalam dolar dari para pembeli yang tidak menggunakan dolar.

"Reaksi awal terhadap pemangkasan suku bunga ECB dan laporan PDB AS yang lebih kuat dari yang diperkirakan, adalah peningkatan 0,85 persen dalam indeks dolar AS, mengindikasikan perdagangan menghindari risiko mengalir di berbagai komoditas," kata Timothy Evans dari Citi Futures yang dikutip AFP.

Sementara data positif juga datang dari Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran dalam pekan yang berakhir 2 November turun 9.000 menjadi 336.000.

Meningkatnya pasokan energi di tahun mendatang juga membebani harga minyak.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan, pihaknya memperkirakan pertumbuhan pasokan dari serpih minyak AS akan berkontribusi pada penurunan permintaan untuk produksinya sendiri.

OPEC memperkirakan permintaan minyak mentah turun menjadi 29,2 juta barel per hari pada 2018 dari 30,3 juta barel per hari tahun ini, demikian Xinhua.
(Uu.A026)



View the original article here



Peliculas Online

Rabu, 06 November 2013

Twitter naikkan harga saham IPO

Jakarta (ANTARA News) - Jejering sosial Twitter menaikkan harga saham IPO-nya menjadi 25 persen lebih tinggi dari kisaran harga yang diumumkan sebelumnya, mengindikasikan adanya permintaan yang kuat dari investor.

Twitter menaikkan harga sahamnya menjadi pada kisaran 23 hingga 25 dolar per lembar pada Senin, tetapi tetap menjaga volume yang ditawarkan yaitu 70 juta lembar, menurut Reuters dalam laporannya.

Seorang sumber yang dekat dengan situasi itu mengatakan permintaan di antara investor institusional begitu kuat dan harga final sepertinya akan lebih tinggi dari kisaran harga yang diumumkan pada Senin.

Jaringan microblogging yang masih merugi itu memiliki 230 juta pengguna dalam tujuh tahun, termasuk para kepala negara, selebriti, dan aktivis. Sekitar setengah dari pengguna Twitter dewasa Amerika Serikat mengatakan mereka mendapatkan berita melalui platform sosial media itu, menurut survei Pew Research.

Twitter dikenal sebagai perusahaan terbaik Silicon Valley yang akan go public setelah Facebook, dan berupaya mencari valuasi mencapai 13,6 miliar dolar, jauh lebih sedikit dibanding Facebook yang 100 miliar dolar.

Twitter berencana menutup pemesanan saham IPO pada Selasa ini pukul 12 siang waktu New York, sehari lebih awal dari yang direncanakan karena permintaan yang kuat.

Harga IPO akan ditetapkan pada Rabu (6/11/13) dan sahamnya akan mulai diperdagangkan di New York Stock Exchange hari berikutnya.



View the original article here



Peliculas Online

Harga emas berjangka "rebound" dari tingkat terendah tiga pekan

Emas menguat. Seorang petugas memperlihatkan emas batangan di Tangerang, Banten, Kamis (2/2). Harga emas kembali menguat hingga mencapai posisi tertinggi dalam delapan minggu terakhir. Harga emas spot tercatat mengalami kenaikan dan sempat mencapai posisi 1751.97 dolar AS per troy ons, sementara emas berjangka untuk kontrak pengiriman bulan April mengalami peningkatan sebesar 0.2 persen dan berada pada posisi 1753 dolar AS per troy ons. (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)

Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange "rebound" (berbalik naik) dari tingkat terendah tiga minggu pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena melemahnya dolar AS mendorong permintaan logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 9,7 dolar AS, atau 0,74 persen, menjadi ditutup pada 1.317,8 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Indeks dolar ICE, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, jatuh menjadi 80,493 dari 80,709 pada akhir Selasa karena euro sedikit lebih tinggi menjelang keputusan kebijakan mata uang Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis.

Pelemahan dolar cenderung meningkatkan harga emas, sementara penguatan dolar membuat komoditas berdenominasi dolar seperti emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, analis pasar mengatakan.

Sementara itu, pedagang dan investor sedang menunggu laporan penting ketenagakerjaan AS untuk Oktober yang akan dirilis pada Jumat (8/11).

Angka penggajian (payroll) non-pertanian AS diperkirakan tumbuh sekitar 120.000, analis memprediksi. Laporan pekerjaan akan menjadi ukuran dalam membantu pasar mencari tahu kapan Federal Reserve AS akan mulai mengurangi kebijakan pelonggaran moneter kuantitatifnya.

Perak untuk pengiriman Desember naik 13,2 sen, atau 0,61 persen, menjadi ditutup pada 21,768 dolar AS per ounce.

Penerjemah: Apep Suhendar



View the original article here



Peliculas Online

Harga minyak AS naik karena akumulasi stok melambat

Ilustrasi - Harga minyak mentah. (ist)

New York (ANTARA News) - Harga minyak AS naik pada Rabu (Kamis pagi WIB) karena data resmi menunjukkan peningkatan lebih kecil dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS, namun harga di London berakhir lebih rendah.

Harga minyak AS bangkit dari posisi terendah lima bulan akibat kenaikan kuat dalam persediaan komersial sejak September, lapor AFP dan Xinhua.

Kontrak berjangka minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember di New York Mercantile Exchange, menguat 1,43 dolar AS menjadi ditutup pada 94,80 dolar AS per barel.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember merosot sembilan sen menjadi 105,24 dolar AS per barel.

Badan Informasi Energi (EIA), unit statistik Departemen Energi AS pada Rabu mengatakan bahwa persediaan minyak mentah AS naik sebesar 1,6 juta barel menjadi 385,4 juta barel untuk pekan yang berakhir 1 November, kurang dari ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 2,5 juta barel.

Namun demikian, itu adalah kenaikan stok minyak mentah minggu ketujuh berturut-turut, kembali menunjukkan lemahnya permintaan di ekonomi terbesar dunia.

Phil Flynn dari The Price Futures Group mengatakan bahwa ada tanda-tanda kemungkinan pergeseran di pasar, karena laporan API tentang aktivitas menunjukkan peningkatan operasi di kilang dan penurunan tajam dalam stok bensin.

"Mungkin ada tanda-tanda bahwa kejatuhan minyak mentah dapat sedikit melamba," katanya.

Investor juga mengamati dengan seksama dua data penting AS untuk petunjuk kapan Federal Reserve kemungkinan mulai mengurangi program pembelian obligasinya.

Departemen Perdagangan AS akan merilis angka produk domestik bruto kuartal ketiga pada Kamis, diikuti oleh laporan data penggajian (payroll) non-pertanian untuk Oktober oleh Departemen Tenaga Kerja pada Jumat (8/11).

Setiap pengurangan stimulus oleh bank sentral AS kemungkinan akan mengirim dolar lebih tinggi, membuat harga minyak dalam dolar AS lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya sehingga akan menekan harga lebih rendah.

Penerjemah: Apep Suhendar



View the original article here



Peliculas Online