Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

China masih selidiki insiden kecelakaan di Tiananmen

Beijing (ANTARA News) - Pihak aparat kepolisian hingga kini masih menyelidiki secara intensif tentang dalang dibalik kecelakaan mobil di lapangan Tiananmen Beijing, akhir bulan lalu yang menewaskan dua orang dan 40 orang lainnya luka-luka, termasuk dugaan kuat aksi tersebut sebagai aksi teror oleh kelompok tertentu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei dalam pernyataannya di Beijing mengatakan, "pihak aparat masih terus melakukan penyelidikan secara intensif dan mendalam tentang insideng tersebut".

Pada 28 Oktober sebuah mobil menabrak sebuah pagar pembatas di lapangan Tiananmen hingga mobil terbakar dan menewaskan dua orang serta 40 orang turis lainnya luka-luka.

Salah seorang saksi mata kepada Antara mengatakan mobil terbakar dengan hebat disertai bunyi ledakan. Beberapa pihak menduga insiden tersebut sebagai aksi tetorisme, terlebih saat bersamaan beberapa orang melakukan aksi demo dengan menceburkan diri ke danau di sekitar Kota Terlarang menentang pemerintahan yang komunis.

Pusat Biro Keamanan China telah menetapkan insiden di lapangan Tiananmen sebagai serangan terorisme.

Terkait itu Hong Lei mengatakan China sangat meghormati perbedaan etnis dan agama yang ada di Negeri Panda itu dan sangat menentang berbagai bentuk aksi terorisme.

"Berdasar Pusat Biro Keamanan, insiden itu dilakukan dengan sangat terencana, terorganisasi dan kuat diduga sebagai sebuah aksi terorisme. China sangat menentang berbagai aksi terorisme dan melindungi setiap warga negara yang berada di China apapun latar belakang etnis dan agamanya," ujarnya menegaskan.

Hong Lei menegaskan, "China sangat menyayangkan pihak tertentu yang mengkaitkan insiden itu sebagai alat untuk mengkritik kebijakan China terhadap etnis tertentu atau atas keyakinan tertentu, termasuk Islam. China sangat menghargai dan menghormati setiap etnis, agama dan keyakinan yang ada di China".



View the original article here



Peliculas Online

Juru runding China tiba di Pyongyang

Garda Merah Pekerja-Petani Korea Utara berparade memperingati 65 tahun negara itu berdiri, di Pyongyang, Senin (9/9). Korea Utara telah berkali-kali mengujicoba nuklirnya, yang memicu ketegangan baru di Semenanjung Korea dan sekitarnya. (REUTERS/KYODO )

... telah berulang kali menegaskan Korea Utara tidak berniat meninggalkan program senjata atomnya... "
Seoul (ANTARA News) - Juru runding China mengenai masalah nuklir Korea Utara, Senin, tiba di Pyongyang, kata kantor berita resmi Korea Utara, KNCA.

Laporan hanya satu kalimat itu tidak memberikan rincian kunjungan Ketua Juru Runding China, Wu Dawei, dalam pembicaraan enam negara yang lama terhenti dan ditujukan mengakhiri program nuklir Korea Utara.

Pembicaraan-pembicaraan mengelompokkan forum tuan rumah China, Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang dan Rusia belum diadakan sejak Desember 2008.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengatakan, kunjungan Wu tampaknya upaya lain Beijing memulai dialog.

Wu mengunjungi Washington akhir bulan lalu untuk memenuhi mitra AS dan pejabat lain yang berurusan dengan kebijakan Korea Utara.

China sekutu utama satu-satunya Korea Utara dan penyumbang ekonomi utama, tetapi semakin frustrasi dengan usahanya mencari penangkal nuklir.

Setelah uji coba nuklir ketiga Pyongyang pada Februari, Beijing setuju pengetatan sanksi-sanksi PBB yang sudah berlaku kepada Korea Utara.

Korea Utara telah menyatakan minat yang pada prinsipnya untuk kembali ke pembicaraan enam pihak, tetapi telah berulang kali menegaskan Korea Utara tidak berniat meninggalkan program senjata atomnya.

Agen mata-mata Korea Selatan bulan lalu mengkonfirmasi bahwa Korea Utara telah memulai lagi reaktor plutoniumnya tuanya - yang bisa membantu meningkatkan program.



View the original article here



Peliculas Online